collab coffee drop itu kayak streetwear hype tapi buat kopi?
modelnya mirip banget sama cara Supreme jual streetwear. scarcity yang disengaja itu create urgency dan FOMO. beberapa collab release di luar negeri katanya habis dalam 2-3 jam setelah launch.
yang bikin gw confused: apakah ini sustainable buat brand jangka panjang? atau ini lebih ke one-time hype moment yang gak repeat well? dan seberapa serius market specialty Indonesia udah ready buat model ini?


