fermentasi gagal itu banyak bentuknya, tidak semua langsung ketahuan
fermentasi terlalu lama (over-fermented): paling gampang detect kalau parah karena aroma vinegar yang kuat. tapi yang moderate? bisa lolos visual. aroma-nya masih acceptable, tapi di cup ada off-notes yang subtil, sour yang jauh dari bright acidity.
fermentasi tidak merata: ini yang paling tricky. di satu tangki yang sama, bagian atas dan bawah bisa ada di kondisi yang berbeda. lapisan atas kontak udara lebih banyak kalau tangki terbuka, lapisan bawah lebih anaerobic. hasilnya dalam satu lot ada biji yang over dan ada yang under, di cup jadi inconsistent batch per batch.
kontaminasi dari sumber air pencucian: kalau air yang dipakai tidak bersih, bisa introduce mikroba yang tidak diinginkan. ini bisa manifest sebagai off-flavor yang sulit di-trace karena tidak konstan, tergantung batch mana yang pencuciannya dari sumber bermasalah.
kerusakan dari pengeringan langsung setelah fermentasi tanpa draining proper: parchment yang masuk ke drying bed dalam kondisi masih sangat basah dan berlumpur, kalau tidak di-stir dengan benar, bisa ada mold spot di bagian yang tidak kering merata.
ada yang punya tipe failure lain yang pernah dialami? yang gue list di atas itu mostly dari pengalaman sendiri dan cerita dari beberapa farmer yang pernah diskusi.


