anaerobic fermentation vs traditional washed, mana yang beneran lebih worth it?
traditional washed: cherry dipulp, masuk tangki air terbuka, fermentasi 36-48 jam kalau suhu stabil di 18-22°C. hasilnya clean, terroir lebih terbaca, acidity bright dan terdefinisi.
anaerobic: cherry atau parchment masuk sealed tank, CO2 dari aktivitas fermentasi sendiri yang gradually buang oksigen dari sistem. timing lebih panjang bisa 72-96 jam. hasilnya lebih complex, lebih fruity, kadang ada nuance winey yang menarik.
yang gue pelajari soal mikorobanya: di aerobic, Saccharomyces cerevisiae dan Acetobacter lebih aktif, produk utamanya campuran antara etanol dan asam asetat. di anaerobic, ketika dissolved oxygen turun drastis dalam jam-jam pertama, Lactobacillus dan Leuconostoc mengambil alih. jalur metabolisme beda, profil asam organik yang terbentuk juga beda. IHCAFE di Honduras sudah publish data perbandingan profil inicara ini dari lot yang sama varietasnya.
yang masih jadi pertanyaan gue: apakah premium yang buyer bayar untuk anaerobic lot itu mencerminkan genuine quality difference, atau sebagian besar karena flavor profile yang exotic dan distinctive bikin cupper excited? ada yang punya pengalaman atau data soal ini?



