varietas kopi hybrid tahan iklim yang lagi dikembangkan, ada yang sudah pernah coba? | Green Bean & Farming Forum | Clorofile
Clorofile Green Bean & Farming
Green Bean & Farming

varietas kopi hybrid tahan iklim yang lagi dikembangkan, ada yang sudah pernah coba?

P
satu minggu yang lalu
lagi riset soal ini dan nemu beberapa nama yang sering disebut di literatur luar tapi jarang dibahas di forum Indonesia.

Catimor itu hasil cross Caturra x Timor Hybrid. Timor Hybrid sendiri itu cross alami arabica dan robusta yang pertama kali ditemukan di Timor sekitar tahun 1940-an. toleransinya ke Karat Daun tinggi tapi banyak yang bilang cup quality-nya flat kalau ditanam di altitude rendah.

Castillo dari Colombia itu hasil breeding Cenicafé yang juga melibatkan turunan Timor Hybrid. sekarang sudah ditanam di sekitar 70% area kopi Colombia dan cup quality-nya sudah cukup kompetitif. di Kenya ada Batian yang dirilis tahun 2010, tahan CLR dan CBD, pernah dapat cupping score di atas 87. Ruiru 11 yang lebih lama juga tahan tapi quality-nya masih di bawah varietas tradisional.

di Indonesia sendiri ada Sigarar Utang dari Puslitkoka Jember tapi response petani soal kualitasnya masih beragam. ada yang sudah pernah eksperimen dengan varietas ini? terutama yang bisa diakses di Indonesia?
7 Replies
D
satu minggu yang lalu
Catimor di altitude di bawah 1000m memang cup quality-nya bisa mengecewakan, flat dan astringen. tapi di atas 1400m beberapa lot Catimor dari origin yang serius prosesnya bisa dapat score 80-82. altitude dan processing tetap faktor dominan. varietasnya bisa jadi enabler ketahanan tapi bukan penentu tunggal kualitas.
A
satu minggu yang lalu
di daerah saya Sigarar Utang sudah ada yang tanam cukup lama. ketahanan terhadap Karat Daun memang nyata lebih baik dari Typica atau Bourbon murni. tapi buyer specialty yang datang ke sini lebih prefer varietas lama yang kualitasnya sudah mereka kenal. ini dilema yang nyata di lapangan: varieatas tahan tapi pasarnya tidak bersemangat.
M
satu minggu yang lalu
trajectory Castillo di Colombia itu pelajaran penting. awalnya ditolak banyak roaster karena cup quality dianggap jauh di bawah Bourbon atau Caturra murni. Cenicafé terus improve generasi berikutnya selama bertahun-tahun dengan funding yang serius. sekarang Colombia masih bisa maintain posisi di specialty market dengan varietas ini. Indonesia perlu sesuatu yang serupa tapi anggaran Puslitkoka Jember tidak sebanding dengan Cenicafé Colombia.
V
satu minggu yang lalu
maaf masih awam. Timor Hybrid itu bisa dibeli sebagai bibit di Indonesia untuk ditanam langsung? atau hanya ada sebagai bahan baku breeding dan tidak dijual komersial?
D
satu minggu yang lalu
Timor Hybrid murni tidak dijual sebagai bibit komersial karena tidak stabil untuk produksi langsung. yang dijual dan mudah ditemukan itu turunannya: Catimor, Lini S atau Sigarar Utang dari Puslitkoka Jember, dan beberapa hybrid lain tergantung daerah. untuk petani Indonesia yang mau varietas dengan ketahanan penyakit layak, Lini S produksi Puslitkoka yang paling mudah diakses.
F
satu minggu yang lalu
yang belum banyak dibahas: World Coffee Research lagi kembangkan F1 hybrid yang hasilnya cukup menjanjikan. beberapa yang diuji di berbagai origin tunjukkan yield 25-30% lebih tinggi dengan cup quality kompetitif dibanding tetua arabica tradisionalnya. masalahnya seed sterile, petani tidak bisa simpan benih dari panen sendiri dan harus beli tiap siklus.
Z
satu minggu yang lalu
itu yang perlu dikritisi dari model F1 hybrid: petani jadi dependent ke perusahaan benih. persis trajectory yang terjadi di industri padi dan jagung di beberapa negara berkembang. dari angle kedaulatan pangan dan ketahanan petani kecil, ada trade-off yang serius sebelum model ini diadopsi luas.

Write a Reply

Login first to reply.

Create New Post

Silakan login terlebih dahulu untuk membuat post.

Unsaved Writing

You have unsaved writing. Save it as a draft before closing?

Member Info

Loading member info...

Sign In to Clorofile Forum