geopolitical risk di supply chain kopi itu underpriced
ini bukan contoh pertama. sebelumnya ada pandemi yang stop shipping, ada Suez Canal block 2021 yang seminggu stop aliran container.
dari sisi currency, USD/BRL itu di range 5.0-5.6 sepanjang 2024. buat arabika yang priced di C-market dalam USD, fluktuasi ini langsung impact harga dalam real di petani level. Brasil sebagai produsen terbesar arabika, fluktuasi real itu berpengaruh ke berapa banyak mereka mau supply ke market.
di Indonesia, eksportir invoice dalam USD tapi operasional dalam IDR. kalau IDR melemah, revenue dalam rupiah naik tapi kalau IDR menguat, margin bisa kena squeeze.
procurement dan risk management untuk kondisi kayak gini harus dibuild lebih serius.


