standarisasi cupping itu ilusi atau memang ada jalan keluarnya?
SCA cupping protocol itu memang ada, Q-grader certification dari Coffee Quality Institute juga ada. tapi dalam praktiknya konsistensi antara cupper masih jadi masalah nyata. studi dari University of Gothenburg tahun 2021 dokumentasikan bahwa bahkan di antara trained cuppers, variance dalam scoring sample yang sama itu signifikan. bukan selisih 0.25 poin, tapi bisa lebih dari 2-3 poin untuk atribut tertentu seperti acidity atau body.
Cup of Excellence pakai panel minimum 8 cupper per round dengan double-blind setup justru untuk minimize efek ini. tapi siapa yang punya akses ke setup seperti itu untuk transaksi sehari-hari?
masalah turunannya di sini: buyer dari Eropa atau Jepang yang brief sudah ketat secara sensory, tapi cupping mereka dengan cupping lokal untuk lot yang sama bisa keluar score berbeda cukup jauh. ini directly affect negosiasi harga dan keputusan pembelian.
apakah saling kalibrasi antar session itu cukup? atau ada pendekatan lain yang lebih sistematis yang sudah ada yang coba?


