petani kopi tetap miskin harga jual tetap murah, salah siapa sebenernya?
di daerah saya sekarang cherry arabica paling tinggi sekitar Rp10.000-12.000 per kg pas panen raya. kedengarannya lumayan. tapi untuk dapat 1 kg green bean butuh sekitar 5-6 kg cherry, belum lagi biaya pengolahan sederhana. artinya cost sisi petani per kg green bean sudah mendekati Rp60.000-75.000.
sementara kopi yang sama itu bisa dijual ke café dengan harga green Rp120.000-160.000 per kg. dan café jual per gelas Rp45.000-60.000, satu kg kopi bisa buat 60-80 gelas.
saya hitung kasar, share balik ke petani per gelas itu sekitar 5-8%. dari Rp45.000 harga jual. kalau ini bukan problem sistemik, apa namanya?



