beralih ke roaster full elektrik itu realistis untuk operasional roastery di Indonesia?
kalau dihitung dari sisi energi: 1 kWh listrik setara sekitar 3.412 BTU. roasting specialty batch 5 kg membutuhkan sekitar 40.000-60.000 BTU per jam tergantung profil. artinya kebutuhan daya bisa 12-18 kW hanya untuk heating element saja.
di Indonesia, daya 12-18 kW itu butuh setidaknya 23.000 VA sambungan gedung. biaya pasang daya tambah bisa signifikan, belum lagi tarif per-kWh komersial yang tidak murah.
ada yang sudah kalkulasi betul-betul TCO antara gas vs elektrik untuk skala 5-15 kg batch di kondisi tarif listrik Indonesia sekarang?

