supply chain yang rapat antara petani, roaster, importer itu bisa unlock apa?
dari pengalaman saya di lapangan: ketika ada alignment yang genuine antara petani, importer, dan roaster, ada informasi yang mengalir dengan jauh lebih baik. petani tau ekspektasi rasa dari end buyer, roaster tau constraints petani soal proses dan kapasitas. hasilnya lot yang secara deliberate lebih sesuai dengan apa yang dicari.
yang tidak boleh dilupakan: supply chain collab yang beneran itu butuh komitmen dua arah. roaster yang tiba-tiba cancel order karena harga berubah itu merusak kepercayaan petani yang sudah adjust production planning. kolaborasi bukan satu arah menguntungkan saja.



