working capital gap di trade kopi itu nyata dan serius
untuk menutup gap itu, ada pilihan Letter of Credit tapi biayanya 1-3% dari nilai transaksi, belum termasuk biaya administrasi bank. kalau margin sudah tipis, biaya L/C itu signifikan.
akses kredit untuk cooperative di Indonesia dengan bunga bank yang reasonable juga tidak mudah. suku bunga kredit yang bisa diakses koperasi kecil bisa berkisar 12-18% per tahun berdasarkan data Bank Indonesia untuk segmen mikro.
pre-financing dari buyer itu solusi yang ada di specialty market, tapi tidak semua buyer mau dan tidak semua seller bisa negotiate itu. ada pengalaman dari yang udah pernah navigasi masalah ini?

