experimental processing vs authenticity kopi: debat yang tidak akan selesai, tapi worth dibahas
kubu experimental processing: kopi adalah agricultural product yang bisa dioptimalkan. processing adalah tools untuk unlock potential yang ada di biji. kalau anaerobic, carbonic maceration, atau co-fermentation bisa produce cup yang lebih complex dan expressive, kenapa tidak? world coffee scene berkembang karena ada yang berani eksperimen. lot-lot experimental yang score tinggi di COE dalam 5 tahun terakhir itu bukan kebetulan.
kubu authenticity: terroir, varietas, dan kondisi geografis itu yang seharusnya jadi primary expression di cup. processing harusnya serve untuk express itu, bukan dominate atau mask itu. kalau flavor notes sebuah kopi dari origin spesifik tidak bisa dibedakan dari kopi asal origin lain karena processing yang terlalu dominant, apa artinya kopi itu sebagai 'single origin'?
yang gw perhatikan: debat ini sering jalan masing-masing dan tidak benar-benar address pertanyaan yang lebih fundamental: dibuat untuk siapa? untuk cupper competition yang score ketidakbiasaan sebagai kompleksitas? untuk consumer awam yang lebih mudah appreciate sesuatu yang familiar fruity notes-nya? atau untuk coffee professional yang bisa distinguish both layers?
tidak punya posisi final di sini. lebih mau dengar dari yang bekerja langsung di lapangan processing atau di posisi sourcing, gimana kalian navigasi ini?


