Teknologi Smart Farming di Kebun Kopi Indonesia: Game Changer atau Hanya untuk Big Farm?
Tapi pertanyaannya, apakah ini realistis untuk implementasi di negara seperti Indonesia yang mayoritas farm-nya kecil? Atau ini hanya akan jadi "tools" untuk big plantation saja? Kalau memang teknologi ini bisa bantu efisiensi dan kualitas, harusnya jadi game changer. Tapi di lapangan, seberapa feasible sih?


