supply chain kopi Indonesia makin kompleks atau justru makin sederhana sekarang?
dari sisi biaya logistik, World Bank 2023 catat Indonesia itu sekitar 23% dari GDP untuk total biaya logistik nasional. banding Malaysia yang 13% atau Vietnam yang 18%. ini bukan kecil dan pasti terasa di cost kopi juga.
di satu sisi ada teknologi baru yang harusnya bikin lebih sederhana: ada startup traceability pakai blockchain, ada digitalisasi dokumentasi ekspor, ada marketplace B2B untuk koneksi petani langsung ke buyer. tapi di lapangan realitanya gimana? ada yang ngerasain perubahan nyata?

