direct trade itu beneran lebih untung atau lebih ribet aja? | Supply Chain & Export Forum | Clorofile
Clorofile Supply Chain & Export
Supply Chain & Export

direct trade itu beneran lebih untung atau lebih ribet aja?

A
satu bulan yang lalu
udah dua tahun pakai traditional exporter dan satu tahun terakhir nyoba direct trade ke beberapa cooperative di Indonesia. jujur, hasilnya campur-campur.

harga memang bisa lebih rendah karena motong beberapa intermediary. rantai tradisional itu bisa 5-6 tangan sebelum sampai ke roaster, petani dapat $1.20 per pound tapi roaster bayar $2.80. dengan direct, bisa $2-2.30 sambil tetap kasih petani $1.60-1.80.

tapi yang gak diceritain di semua artikel soal direct trade: dokumentasi menjadi tanggung jawab sendiri, logistik jadi tanggung jawab sendiri, quality consistency juga jadi tanggung jawab sendiri. kalau ada masalah di shipment, gak ada intermediary yang bisa disalahkan atau minta kompensasi.

buat yang udah lama di direct trade, bagian mana yang paling susah diatur di awal?
8 Replies
H
satu bulan yang lalu
dokumentasi ekspor itu yang paling makan waktu. kalau belum punya pengalaman dan relasi dengan freight forwarder yang bagus, satu shipment bisa error di banyak titik. dan kalau ketahan di customs karena dokumen, cost-nya bisa jauh lebih gede dari penghematan harga.
T
satu bulan yang lalu
kunci direct trade yang works itu having dedicated contact di cooperative atau mill yang bisa response cepat. bukan cuma soal harga tapi soal komunikasi real-time. kalau cooperative-nya susah dihubungi pas ada issue, itu masalah gede.
U
satu bulan yang lalu
traditional exporter itu juga bukan selalu jelek. yang bagus itu yang punya relasi langsung ke petani dan bisa enforce quality consistency. masalahnya cari exporter yang genuinely credible itu juga butuh effort.
L
satu bulan yang lalu
setuju. ada exporter yang basically jadi aggregator yang reliable dan mereka punya leverage ke multiple cooperative. dari sisi volume, mereka bisa kasih konsistensi yang susah dicapai jalur langsung ke satu cooperative kecil.
F
satu bulan yang lalu
hybrid model itu masuk akal: direct buat beberapa lot premium yang mau dijual dengan origin story yang kuat, traditional buat volume reguler.
Z
satu bulan yang lalu
baru mulai eksplorasi direct trade dan yang paling bikin pusing itu currency. bayar petani dalam rupiah, invoice ke buyer dalam USD, kurs berubah di tengah jalan. gimana cara mitigasinya?
G
satu bulan yang lalu
rate sudah dikunci di kontrak atau pakai rate di hari pembayaran? kalau mau mitigasi, lock exchange rate di kontrak. banyak yang pakai spot rate di hari transfer tapi itu risky.
R
empat hari yang lalu
Harga murah amat? Valid datanya?

Write a Reply

Login first to reply.

Create New Post

Silakan login terlebih dahulu untuk membuat post.

Unsaved Writing

You have unsaved writing. Save it as a draft before closing?

Member Info

Loading member info...

Sign In to Clorofile Forum