gap antara data proyeksi panen vs realitas lapangan itu gedenya bikin kesel
ini masalah serius buat planning. saya kontrak pengiriman ke buyer berdasarkan proyeksi itu dan ujungnya harus negosiasi ulang atau cari volume dari petani lain buat tutup shortfall.
BPS 2023 catat produksi kopi Indonesia 795.000 ton tapi orang lapangan tahu angka ini berbeda jauh dengan yang bener-bener masuk ke tangan buyer internasional karena cara pengumpulan datanya masih sangat manual di level desa. salah satu lembaga penelitian sudah start pilot pakai NDVI dari satelit untuk estimasi panen tapi masih di tahap riset.
ada yang punya cara yang lebih reliable untuk proyeksi panen? yang sudah beneran dicoba, bukan yang teoritis saja.


