geopolitical risk di supply chain kopi itu underpriced | Supply Chain & Export Forum | Clorofile
Clorofile Supply Chain & Export
Supply Chain & Export

geopolitical risk di supply chain kopi itu underpriced

I
satu bulan yang lalu
awal 2024, Houthi mulai serang shipping di Laut Merah. dalam waktu singkat, sekitar 15-30% volume container global harus reroute lewat Cape of Good Hope. tambah 2-3 minggu transit, tambah biaya bahan bakar, reroute cost itu real dan substantial.

ini bukan contoh pertama. sebelumnya ada pandemi yang stop shipping, ada Suez Canal block 2021 yang seminggu stop aliran container.

dari sisi currency, USD/BRL itu di range 5.0-5.6 sepanjang 2024. buat arabika yang priced di C-market dalam USD, fluktuasi ini langsung impact harga dalam real di petani level. Brasil sebagai produsen terbesar arabika, fluktuasi real itu berpengaruh ke berapa banyak mereka mau supply ke market.

di Indonesia, eksportir invoice dalam USD tapi operasional dalam IDR. kalau IDR melemah, revenue dalam rupiah naik tapi kalau IDR menguat, margin bisa kena squeeze.

procurement dan risk management untuk kondisi kayak gini harus dibuild lebih serius.
7 Replies
A
satu bulan yang lalu
hedging currency itu tersedia, tapi costly dan tidak semua eksportir kecil punya akses atau pengetahuan untuk pakai instrumen derivative. opsi yang lebih accessible adalah natural hedge: matching currency receivable dengan payable.
M
satu bulan yang lalu
shipping risk itu bisa di-mitigasi sebagian dengan insurance yang tepat, tapi banyak yang underinsure karena cost. waktu incident beneran terjadi, baru sadar coverage-nya tidak adequate.
E
satu bulan yang lalu
yang paling susah diprediksi itu tail risk: kejadian yang probability-nya kecil tapi impact-nya besar. Houthi attack, pandemi, frost Brazil itu semua separately gak ada yang predict dengan akurat. tapi collectively, probabilitas bahwa setidaknya satu disruption besar terjadi dalam 5 tahun itu cukup tinggi.
F
satu bulan yang lalu
dan kadang beberapa kejadian terjadi bersamaan. 2024 itu ada Red Sea crisis, harga arabika naik karena Brazil off-cycle, Vietnam drought. kombinasi itu yang bikin pasar particularly stressed.
U
satu bulan yang lalu
dari sisi exporter Indonesia, ada proteksi implisit dari harga IDR yang sering melemah justru pas global uncertainty tinggi. karena cost operasional kita IDR tapi penjualan USD, depresiasi rupiah waktu krisis itu partially offset impact negatifnya.
W
satu bulan yang lalu
diversifikasi buyer geography itu juga mitigasi geopolitical risk. kalau 80% sales ke satu region yang tiba-tiba ada trade barrier atau tariff, it's painful. spread ke multiple markets itu hedge yang alami.
Y
satu bulan yang lalu
ada yang udah mulai pakai platform Clorofile untuk track data dan planning procurement dengan visibility lebih ke batch dan cost? kalau dikombinasikan dengan market data, bisa bantu decision making jangka menengah.

Write a Reply

Login first to reply.

Create New Post

Silakan login terlebih dahulu untuk membuat post.

Unsaved Writing

You have unsaved writing. Save it as a draft before closing?

Member Info

Loading member info...

Sign In to Clorofile Forum